aku belum dewasa.
untuk hal apa pun. aku saat ini masih berusia 18 tahun. tapi temen temen aku ngamggap aku udah mateng banget. aku itu di mata mereka bukan lagi kelihatan anak yg baru masuk ke jenjang dewasa. tapi udah dewasa. but dalam pemikiran aku mereka itu salah.
aku masih berproses. aku menikmati segala proses yg aku miliki saat ini. menjadi dewasa itu kebutuhan. kadang ada gini. ada orang yg sebenarnya udah dewasa. umurnya udah mateng tapi dunia dia masih remaja. ada yg seperti itu. emng bener dewasa itu bukan di lihat dari umur. dewasa itu di lihat dari seberapa besar dia mampu menguasai dirinya. mengontrol dirinya. memprilakukan dirinya terhadap sesuatu yg terlihat atau terkesan sopan dan tidak melukai orang lain.
aku belum bisa seperti itu. aku masih pada tipe manusia yg berantakan aku masih pada tipe yg egois dan terkadang aku suka lupa sama diri aku sendiri.
sejauh yg temen temen aku tau aku manusia yg hidup senang ya karna udah kerja dan punya penggasilan sendiri. tapi kenyataan nya adalah aku merasa lelah di mata bumi atas segala kegiatan yg aku kerjakan sekarang. aku sebenarnya butuh istirahat yg lebih bnyak pengen ngemabjain diri. butuh cinta. namun segala itu masih tersendat oleh beberapa hal.
salah satu seorang pernah berkata : yg paling nikmat dari kopi apa nya ? dan dia menjawab kepahitan nya. di situ aku bingun knp. namun dia menjelaskan lagi.
menikmati kopi gak harus manis. kopi mnegajarkan pahit adalah nikmat. kepahitan hidup bisa nikmat kalau kita mengeti makna nya dan lebih bersyurur.
banyak sekali hal hal yg aku petik ketika bertemu oleh orang orang baru.
sedikit cerita sih. kenapa aku seperti ini.
aku itu tipe orang yg kalau orang lain minta bantuan aku tuh bantu selagi aku bisa. tapi ada satu momen temen aku yg aku bantu. hidup nya beberapa saat itu juga aku yg nanggung. trus pergi gitu aja. kayak gini sih. aku udah kerja banting tulang dari pagi. buat aku dan di tambah lagi dia yg hidupnya menyedihkan yg harus aku tolong. tita tiba dia pergi dan itu mendadak di saat aku lagi kosong. so itu yg membuatku belajar bahwa baik kita itu ternyata cuman hanya ajang mencari kesepatan orang lain . muali dari situ aku berfikir stop menjadi pribadi baik. toh baik kita juga di manfaatin.
jujur kalau bicara dewasa aku belum dewasa. karna aku pribadi yg saat ini belum bisa menerima segala aspek yg membuat aku sedih marah dan kecewa. aku belum pernah ikhlas untuk hal hal itu. aku saat ini sedang menjalani hidup yg berjalan begitu saja. dan tentu saja harus tetap di jalan yg ikhlas walau berat. ini pelan pelan aku rangkai.
dewasa itu butuh proses. dan proses itu gak pernah instan. dan kita hidup di sebuah proses.
dan terakhir. aku cuman mau terimakasih buat diri aku sendiri yg sampai sekarang tidak merasa di luar kendali. aku terimakasih atas depresi yg tidak menjadi jadi. aku terimakasih pada diri aku yg telah bekerja sama atas proses kedewasaan yanh kita jalani bersama. terimakasih buat aku yg tetap tegar di kejam nya bumi yg aku tempati ini. terimakasih my self. your the beast human in the world.
Komentar
Posting Komentar